Jasa Pengawalan dan Keamanan artis dan VVIP semakin dibutuhkan saat ini, makin banyak acara musik dan pertemuan besar yang membutuhkan jasa pengawalan, karena bermodal kepercayaan, tidak mudah menjalankan bisnis jasa pengawalan ini.
dalam satu tahun terakhir, Indonesia rutin menyelenggarakan perhelatan musik, seperti Java Jazz, Jak Jazz, dan Java Rockin Land. Penyanyi atau grup band asing sering menjadikan negara ini layaknya rangkaian tour. Tren ini semakin menyuburkan bisnis jasa bodyguard atau pengawalan artis atau VVIP.
Sebagai perusahaan penyedia jasa keamanan dan Bodiguard, maka faktor keamanan merupakan hal mendasar yang harus persiapkan ketika pertunjukan dilaksanakan. Suharso, Direktur PT. Jasa Security Indoservis , mengaku, “Apa pun bisa terjadi dalam sebuah pertunjukan.” hal senada juga disampaikan Andrian, (CEO) Prince Production, semakin banyak jumlah tiket yang terjual, jasa pengawalan semakin dibutuhkan.
Seperti halnya Nurcahyanto, Business Development Manager PT. Selaras, mengaku sudah mengawal tak kurang dari 400 orang penting sejak berkecimpung di bisnis pada tahun 1990. “Pertama kali, kami mengawal artis mancanegara ” ujarnya.
Adalah Gunawan Skn, pemilik PT Garuda Utama Security, yang berdiri sejak 2013, menyebutkan, dalam satu bulan paling tidak mengawal dua sampai tiga artis lokal dan internasional. satu artis, ia biasanya mengerahkan tak kurang dari sepuluh personel. “dan tiap personel dibekali dengan kemampuan bela diri dan Senpi,” tuturnya.
Arief menjelaskan, jasa yang diberikan meliputi pengamanan secara personal ke artis, mulai dari kamar hotel hingga di atas panggung. “Pengamanan lebih difokuskan untuk menghindari benturan atau kontak fisik antara fans dan artis,” terangnya.
Layanan ke artis luar biasanya mulai dari bandar udara kegiatan di hotel, perjalanan ke venue, dan pengantaran kembali ke bandara. “Artis luar selalu mengkhawatirkan faktor keamanan di Indonesia,”.
Meski tanggung jawabnya besar, namun sikap harus tetap menyejukkan. “Personel pengamanan juga harus mampu menjadi teman dan kooperatif dengan si artis,”. Tapi, “Tetap harus menjaga privacy si artis,” tambah Anto. Martha menerapkan sistem keamanan tertutup dan terbuka. “Tergantung dari permintaan,” terangnya. Sistem keamanan tertutup hanya mengamati si artis dari jarak jauh, sementara pengawasan dengan sistem terbuka dilakukan dari jarak dekat. “Setiap personel dilengkapi dengan skill bela diri, komunikasi, dan senjata api jika perlu,” ungkapnya.
Tarif jasa layanan ini berbeda-beda. Martha menuturkan, fee tergantung dari tingkat kesulitan pengamanan, salah satunya diukur oleh popularitas artis. “Biasanya kami memasang tarif Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per 24 jam,”. Jika event itu tour, ia biasa memasang harga paket dengan tarif tertinggi mencapai Rp 200 juta.
Anto menambahkan, makin besar risiko, makin mahal fee-nya. Tarifnya berkisar mulai Rp 1 juga sampai Rp 5 juta. “Paling murah untuk event sekelas kafe,” terang pria yang telah berkecimpung di bisnis penyedia jasa keamanan lenih dari 5 tahun ini.
Tak mudah mewujudkan syarat itu. “Ini bisnis kepercayaan. Sekali pengguna jasa kami kecewa, selamanya kami tidak akan dipakai lagi,” ucap Anto
